7. PUISI 15 : PUISI UNTUK BUNDA
PUISI 15 : PUISI UNTUK BUNDA
oleh: Yachya Hasyim
Byar ! bhaskara semburat melukiskan
warna jingga di cakrawala subuh nan teduh
seekor pipit muda bangun menyiulkan suara
lembutnya mencari induknya
Dan tatkala ku pandang bundaku yang hadir
adalah bayangan wanita tua yang duduk khusyuk
di atas dipan reyot dengan sajadah dan sepasang mukenanya
dari bibir pucat meluncur kata dan doa
yang tak henti-henti di selah batuknya
wahai Allah Tuhanku, aku sudah di akhir senja,
ku pasrahkan jiwa ragaku dlm pengabdian
kepadaMU
tak ada yang kuingin lagi selain mohon
limpahan rahmat bagi anak-anakku
jadikan mereka umat yang patuh tunduk
dalam sabdamu, buatlah mereka
seperti lilin yang berkorban menerangi
sekitarnya
wahai Allah Tuhanku, selain kepadaMu
tak ada kecintaan, cintaku cinta Mu
menyusup halus lembut pada pri-poriku
pada nafasku pada darahku
dan pada pertumbuhanku
Berikan kasih yang serupa pada mereka
seperti kau limpahkan kasih
pada para nabi, para wali, para kyai
wahai Ilahi ya Robbi, siramkan air
berkahmu jangan dengan hartamu
namun pada batin mereka
ijinkan mereka ikhlas, nriman, pasrah ,
sabar atas segala taqdir Mu
teteskan embun rejeki Mu dalam
kesejukanan kedamaian dan rasa
halal meneguknya
wahai Ilahi Robbi, semoga Paduka
tak bosan atas doa senada
yang hamba dendangkan dari
hari ke hari, Dikaulah tempatku memohon
Diakulah tempatku kembali
terimalah doaku, dengarkanlah ratapanku
walaupun kasih Mu tak mungkin terbalaskan
Amin ya Robbal alamin
Ramadhan hari ke 12
31 des 1998
IBU AKU MENCINTAIMU
Tidak ada komentar:
Posting Komentar