Jumat, 04 Agustus 2017

PUISI 83 : ODE UNTUK ANANDA
oleh : Yachya Hasyim
Ananda ,...
Pandanglah keatas,...
itulah langitmu
pertanda kehidupan
yang akan menemanimu sepanjang jalan
penuh warna warni
Dan saat ini apa masih Biruuu?....
Kau yang tahu?
Ananda ,...
Sajadah dan mukenahmu
apa masih ada?
Jangan biarkan lusuh dan berdebu
Rendam dengan takbirmu
Cuci dengan sujudmu
Bilas dengan Istiqfarmu
Agar bening batinmu
suci ragamu
Ananda ,...
Malaikat selalu suci
Setan selalu benci
Manusia pasti polusi
namun...
masih ada waktu
Dunia bukan cuma hari ini
ada esok ada nanti
Ayo menata diri
Allah Illahirobbi selalu mencintai
Ananda permata hati...
Malang,18 Juni 2006
Malang Terlanjur Dingin
PUISI 306 : ALEPPO MU ALEPPO KU
Oleh : Yachya Hasyim
ALEPPO…
ALEPPO…
ALEPPO…
MERADANG MEMERAH …
BERSIMBAH DARA
LULUH LANTAK
DIGEMPUR MESIU
DILALAP SIJAGO MERAH
RONTOK RUSAK BEJAD
KARENA DURJANA
DALAM RINTIH SEDIH
BERTABUR DERITA
JELITA KECIL BERLINANG PERIH
DALAM SEDIH TAK BERUJUNG
HAI…
DURJANA!!!!!
KAU REBUT IBUKU !
KAU BUNUH AYAHKU !
KAU HANCURKAN ASAKU !
KAU LEBUR KAMPUNG HALAMANKU !
KAU RAMPAS HAK KU !
KAU INJAK INJAK HARKATKU !
MAKA…
HAI PENINDAS…!!!!!
AKAN KUADUKAN KAU…!!!!
PADA TUHANKU…!!!
6 Agustus 2017
Derita Aleppo Derita Kita
Semoga Allah SWT memberikan
Segala kemudahan saudara2 kita
Di sana, Aaamiiin

Jumat, 07 Juli 2017

Assalammu'alaikum wr wb...
KUTUNGGU KAU DIUJUNG SENJA
Oleh : Yachya Hasyim
Kasih...
Tiga dasa warsa
kita menari nari
dalam bahtera suci
Ada Bintang...
ada Api...
Tergulung salju...
ada angin...
Tergulung badai
entah apalagi
kita lewati
Rupanya kaulah
taqdirku hingga detik ini
Asaku...
Semakin Samawa
Dan akhirnya...
Khusnul Khotimah
Aaaammmiiiinnnn
Malang, 14 Syawal 1438 H
Malang, 8 Juli 2017
Sabar itu batasnya Kemulyaan

Rabu, 05 Juli 2017

Puisi Cinta 
Oleh : Syed Qutb
Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu
Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu,
Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-MU,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling dari hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika kau halalkan aku merindui kekasih-mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehinggah melupakan aku
pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwa-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini
Dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada
kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan
bertawakal di jalan-Mu

Senin, 26 Juni 2017

Assalammu'alaikum
Puisi 301 : CAHAYA CINTA
Oleh : Yachya Hasyim
Diawal Syawal ini
KAU tabur cahaya
bertebar berpedar
dimanapun
menampilkan sumringah
di segala sudut
Sajadah MU
sampai pelosok ujung mimpi
mengusir gelapnya
kalbu
menembus gelapnya wengi,
meredam siang meradang
begitu lembut cahaya Mu
menyusup halus direlung kabul hamba MU
Cahaya cinta
cahaya ibu
cahaya ayah
cahaya anak cucu
cahaya kakek nenek
cahaya kampung halaman
cahaya sahabat
cahaya tanah leluhur
Cahaya Cinta
Cahaya Swarga
Cahaya Silahturahim
Cahaya yang Fitri
Cahaya kemenangan
Taqoballahu minna waminkum
Taqoball ya Karim
Malang, 1 Syawal 1438 Hijrah
Hamba tertunduk Syahdu
Sahabat karena aku merindukanmu
maka kusempatkan silahturahim denganmu

Kamis, 18 Mei 2017

5. PUISI 73 : KONTRADIKSI

puisi 73 : kontradiksi

PUISI 73 : KONTRADIKSI
Oleh : Yachya Hasyim


Ruang ini mulai jadi penjara
Asaku terkungkung dalam rasa jenuh
Benturan hasrat dan naluri yang tak pernah bersatu
Aku egois...
Engkau pragmatis...
Satu kebarat
Pasangan mengikat
Semua tak jua bertemu
jadi...
mestinya luruh...
untuk bersatu
dalam bahtera... Rindu

26 Oktober 2003
Indahnya bersatu

Rabu, 17 Mei 2017



PUISI 121: BAIT PAMIT BUAT TEMAN
Oleh : Yachya Hasyim
Teman
Telaga bening ini pasti jatuh
Sudah tak tahan mata menyimpannya
Dada sesak bergejolak
hati gelisah terpenjara
3 masa kita bernuansa disini
dalam kesejukan taman seputar lapangan
dalam deraian tawa bahagia
Namun tak ada yang abadi
pagi pasti menjelang siang
dan pesta pasti berakhir
Tak hendak kaki beranjak
walau hati terpatri disini
Tak hendak hati berontak
Tapi aku harus pergi.....
Selamat tinggal kasih
Selamat datang mimpi
Keabadian akan terjalin lewat silahturahmi
Amin....
15 MEI 2012
Jalan lndah menjelang
semoga ananda sukses,amin

Selasa, 16 Mei 2017

PUISI 121: BAIT PAMIT BUAT TEMAN
Oleh : Yachya Hasyim
Teman
Telaga bening ini pasti jatuh
Sudah tak tahan mata menyimpannya
Dada sesak bergejolak
hati gelisah terpenjara
3 masa kita bernuansa disini
dalam kesejukan taman seputar lapangan
dalam deraian tawa bahagia
Namun tak ada yang abadi
pagi pasti menjelang siang
dan pesta pasti berakhir
Tak hendak kaki beranjak
walau hati terpatri disini
Tak hendak hati berontak
Tapi aku harus pergi.....
Selamat tinggal kasih
Selamat datang mimpi
Keabadian akan terjalin lewat silahturahmi
Amin....
15 MEI 2012
Jalan lndah menjelang
semoga ananda sukses,amin

Senin, 08 Mei 2017

ASSALAMMU'ALAIKUM
PUISI 281 : DAMAI
OLEH : YACHYA HASYIM
Maka nikmat Tuhan -mu yang manakah yang kamu dustakan? 
Saat magribmu dibawa gemerlap bintang 
saat takbirmu diantara halimun menggantung
saat wangi daunan memanjakanmu
saat dingin halus mengaliri tubuhmu
saat ruku'mu dialam terbentang
saat sujudmu penuh doa berdendang
Hiks...
Dada membuncah
hati melambung
hamba tersungkur syahdu
dalam syukur bahagia tanpa batas...
Maka...
nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?
Ranu gumbolo, 30 Desember 2016
embun laksana permata
bergantungan dipucuk cemara