Rabu, 16 November 2011

16.PUISI 111 : SALAM BAGI SAHABAT


PUISI 111 : SALAM BAGI SAHABAT
oleh Yachya Hasyim

Teman...
Sejuta kebahagian boleh musnah
dalam sekedip mata.
atau...
Dalam sedetik waktu.
Dalam sesaat masa.
Dan...
Lumrah jika tidak mengenal arti harga-menghargai.
Yang bernama cinta.
Yang bernama sayang.
Yang tak pernah alpa, namun
Yang tak pernah hilang
Walau...
Kerinduan tak pernah lelah,
tak pernah lenguh,
tak pernah jemu,
tak pernah lemas.
Jadi memang jelas, cinta tak bersyarat,
tak perlu peraturan.
Yang perlu , hanyalah kejujuran,
kasih,rasa tulus, serta peduli.
Namun, bila ada ragu,
maka ada sangsi,
membuat hati bergetar sedih
Teman...
hidup hanya sekali lalu ada Cinta sejati
adalah Cinta Ilahi

17 Nop 2011
Salam bahagia untuk sahabatku besok masih ada waktu

Kamis, 27 Oktober 2011

PUISI 24 : KAGEM ANANDA


PUISI 24 : KAGEM ANANDA
oleh: Yachya hasyim

Nanda....
Pada hari yang pasti ini
...Ragamu serasa bercahaya
Jiwamu telah dewasa
Saat ini waktu yang cukup untuk bernuansa
Dekati hati,akrabi illahi
Tiada keindahan secerah hari ini
Ananda ''selamat ulang tahun''
Semoga Waktu yang tersisa
Bertambah barokah

6 September 2011

PUISI 105 : JENUH


PUISI 105 : JENUH

Oleh : Yachya Hasyim

Kemarau tahun ini begitu menyengat
Mega mendung tak hendak berhenti sejenak
Siapa peduli kali ini
Aku mengadu
Ternyata Allah telah memberi
hanya kita yang tak peduli
Milikku adalah milikku
milikmu adalah milikku
oh nisbi....
mestinya harus berbagi
Air ini milik KITA
Hutan ini milik KITA
Bumi ini milik KITA
Bukan milik KU
bukan milik Dia
Jadi kering yang panjang ini
untuk siapa?
Mestinya kesedihan ini bukan milik
hamba sahaya
Mestinya kita bagi bersama
sebab...
di Jakarta
di Jawa
di Sumatera
di Papua
Dimanapun adalah Buminya Allah
untuk kita semua...

Malang 26 September 2011
Saudaraku Masih ada langit biru untukmu

puisi 106 ; TETENGER


PUISI 106 : TETENGER
karya : Yachya Hasyim
Gusti
Hari ini rasaku luluh lantak
dalam penat bercampur rindu
... berapa kali masa berganti
ternyata masih ada yang dinanti
Damai hati Cinta Ilahi
Gusti
dalam masa berkilau emas ini
biarkan mentari kecil ini terus bersinar
menerangi lorong lorong hati dan ruang sempit
ijinkan cucuran keringat ini membasai lantai
sebagai pembersih diri
Gusti
Senja ini
mulai tenang
lembayung telah mengantarkan
pada kesadaran
bahwa esok Pasti berganti
Semoga sisa masa ini semakn berarti
Amin

25 Oktober 2011
kepada para ananda dan saudara
terima kasih doanya

Minggu, 02 Oktober 2011

15.PUISI 101 : DIUJUNG ROMADHON

PUISI 101 :DIUJUNG ROMADHON
karya : Yachya Hasyim

Allahuakbar
Ya Ilahi robbi hamba bahagia
Berlarian walau tidak kencang dilembah Kalam Mu
Sunyi indah damai dan syahdu....
sungguh syahdu
butiran permata meleleh membanjiri mihrab Mu
seolah akan menenggelamkan ku
Ijinkan hamba menyebranginya walau harus terdampar
Hamba rapuh Gusti
Teramat rapuh
dan asupan energi 1000 malam Mu
membuat hamba kelaparan dan selalu ingin menghirupnya
serta melahabnya
Ya Ilahi
Hamba Mohon maaf
sebenarnya hamba kangen masih kangen, dan sangat Kangen
pada Panjenengan
Semoga romansa religi ini Panjenengan hadirkan
Di Romadhon berikutnya,amin ya robbal alamin

Subuh dalam halimun pagi
24 Agustus 2011

14.PUISI 83 : ODE UNTUK DINDA

PUISI 83 : ODE UNTUK DINDA
oleh : Yachya Hasyim

Din,...
Pandanglah keatas,...
itulah langitmu
pertanda kehidupan
yang akan menemanimu sepanjang jalan
penuh warna warni
Dan saat ini apa masih Biruuu?....
Kau yang tahu?

Din,...
Sajadah dan mukenahmu
apa masih ada?
Jangan biarkan lusuh dan berdebu
Rendam dengan takbirmu
Cuci dengan sujudmu
Bilas dengan Istiqfarmu
Agar bening batinmu
suci ragamu

Din,...
Malaikat selalu suci
Setan selalu benci
Manusia pasti polusi
namun...
masih ada waktu
Dunia bukan cuma hari ini
ada esok ada nanti
Ayo menata diri
Allah Illahirobbi selalu mencintai
Dinda permata hati...

Malang,18 Juni 2006
Malang Terlanjur Dingin

13.PUISI 66 : BLUES RABU PAGI

PUISI 66 :BLUES RABU PAGI
OLEH :Yachya Hasyim

Dan...
Saat cinta yg agung
sudah tak bersinar lagi
mohon ijin untuk
menikmati sunyi dalam sendiri
sendiri dalam sepi

salam untuk yg selalu kurindu
Malang 6 Maret 2003

12. PUISI 24 : KAGEM ANANDA

PUISI 24 : KAGEM ANANDA
oleh: Yachya hasyim

Nanda....
Pada hari yang pasti ini
...Ragamu serasa bercahaya
Jiwamu telah dewasa
Saat ini waktu yang cukup untuk bernuansa
Dekati hati,akrabi illahi
Tiada keindahan secerah hari ini
Ananda ''selamat ulang tahun''
Semoga Waktu yang tersisa
Bertambah barokah,
Amin...

6 September 2011

11.PUISI 62 : SEPI

PUISI 62 : SEPI

Sebait puisi tertulis
Sebaris kesedihan mengalir
mengisi telaga jiwa kosong
Hening
Sunyi
Sepi dan dingin ...
Menyergap diri
Dinda Kinanti
dimana kini...
semoga dalam kasih Ilahi
amin

12 September 2002
Terhenyak dalam Sepi

10.PUISI 28 : PUISI BUAT DINDA

PUISI 28: PUISI BUAT DINDA
oleh: Yachya hasyim

Tatkala butiran air
Berebut jatuh ingin menyentuh bumi
Bagai rambut kelam
Yang terurai milikmu
Adik . . . .
Adakah kesamaan , suara gemericik air
Dengan getar jiwa dan gejolak rasa
Yang sedang kau rasakan sekarang
Air dan Rambut
Seumpama hati yang sedang kalut

Medio April 2000
15'

9. PUISI 19 : DUNGO TENGAH WENGI

PUISI 19 : DUNGO TENGAH WENGI
oleh: Yachya hasyim


Duh gusti Allah
Kang moho Agung
Kulo nyuwun pangaputen
Dateng tumindak ingkan ala
Duh Gusti Allah
kawulo Nelongso

Matur suwun,Atas Rahmad ingkang mandap
Mboten nate sudo
Kawulo keladuk Gusti ,sering mboten nriman
Dating pandum panjenengan

Duh Gusti Allah
Duh zat ingkang Maha suci
Saumpomo Mego Kawulo meniko Angkuh
Remen dhateng pujian
Ngantos lali caranipun nunduk
Saumpomo Bledek
Kawulo meniko Khatah omong
Namung kosong, Gusti

Duh Gusti allah
Kawulo Nyuwun Barokah panjenengan
Kawulo wirang menawih terus, kados mekaten
Kawulo Ancur ,Ancur,Ancur,Gusti
Amargi polah Gawe Kawulo piyambek

Kawulo sadar Gusti
Tampi Cahaya keleresan panjenengan
kebarut kawulo
Mugih panjenengan trami
Dungo kawulo
sambat kawulo
Namung dateng panjenengan
Kawulo Mengabdi

Desember 1998
Ramadhan 98

8.PUISI 49 : AKU INGIN PULANG

PUISI 49 : AKU INGIN PULANG
Oleh : Yachya Hasyim

Aku rindu masa lalu
dimana jiwa bersih
merebak mewangi

Aku teringat surau kecil
dipinggir kali
dan saat menjelang ashar
penuh sesak dengan santri kecil mengaji

Aku melihat bocah lelaki
dengan sarung kedodoran
peci kebesaran
duduk dipojok t
tekun bertartil

Aku mendengar suara qosidah
indah berzanji
riuh reda suara Diba'
bergema bersahaja

Aku merasa suara suara itu
bergaung menembus waktu
mengisi kalbu
mengetuk batin jiwa nan gelisah

Aku melihat seorang lelaki
dengan baju kotor compang camping
mulut berbau
pandangannya kosong
berusaha membuka
pintu rumah masa lalu

Lelaki itu bernostalgia
namun rumah itu kosong
bahkan berdebu
atapnya pada bocor
kayu kayunya tleh lapuk
kaca jendela pecah
semak dan rumput mengotori halamannya

Oh...
Bisakah semua kembali...
Mungkinkah bekerja bakti
mencuci kacahati yang berdebu
menembel atap jiwa yang bocor
mengganti kayu batin yang rapuh
memasang jendela kalbu yang runtuh
membersihkan semak rumput
yang mengotori nurani

oh...
Bantu dia bersihkan rumah
Dia ingin sembayang
dengan jiwa bersih dan lapang
dia... dia... ingin pulang

11 Januari 2001
Ketika koma belum siuman

7. PUISI 15 : PUISI UNTUK BUNDA

PUISI 15 : PUISI UNTUK BUNDA
oleh: Yachya Hasyim

Byar ! bhaskara semburat melukiskan
warna jingga di cakrawala subuh nan teduh
seekor pipit muda bangun menyiulkan suara
lembutnya mencari induknya

Dan tatkala ku pandang bundaku yang hadir
adalah bayangan wanita tua yang duduk khusyuk
di atas dipan reyot dengan sajadah dan sepasang mukenanya
dari bibir pucat meluncur kata dan doa
yang tak henti-henti di selah batuknya

wahai Allah Tuhanku, aku sudah di akhir senja,
ku pasrahkan jiwa ragaku dlm pengabdian
kepadaMU
tak ada yang kuingin lagi selain mohon
limpahan rahmat bagi anak-anakku

jadikan mereka umat yang patuh tunduk
dalam sabdamu, buatlah mereka
seperti lilin yang berkorban menerangi
sekitarnya

wahai Allah Tuhanku, selain kepadaMu
tak ada kecintaan, cintaku cinta Mu
menyusup halus lembut pada pri-poriku
pada nafasku pada darahku
dan pada pertumbuhanku

Berikan kasih yang serupa pada mereka
seperti kau limpahkan kasih
pada para nabi, para wali, para kyai

wahai Ilahi ya Robbi, siramkan air
berkahmu jangan dengan hartamu
namun pada batin mereka
ijinkan mereka ikhlas, nriman, pasrah ,
sabar atas segala taqdir Mu

teteskan embun rejeki Mu dalam
kesejukanan kedamaian dan rasa
halal meneguknya

wahai Ilahi Robbi, semoga Paduka
tak bosan atas doa senada
yang hamba dendangkan dari
hari ke hari, Dikaulah tempatku memohon
Diakulah tempatku kembali
terimalah doaku, dengarkanlah ratapanku
walaupun kasih Mu tak mungkin terbalaskan
Amin ya Robbal alamin

Ramadhan hari ke 12
31 des 1998
IBU AKU MENCINTAIMU

6.PUISI 79 : BAYANGAN

PUISI 79 : BAYANGAN
Oleh : Yachya Hasyim

Siapakah diri MU
Kurasakan, tapi tak tahu?
Bacalah rinduku
lewat puisiku
Kusimak sepiku
lewat malam MU
Dan kuusap dingin MU
lewat Embun MU
Gusti kulo kangen

1 Desember 2005
Aku sedang Heran

4. PUISI 72 : CINTA


puisi puisi yachya hasyim

PUISI 72 : CINTA
Oleh : Yachya Hasyim

Cinta...
Adalah keikhlasan yang teruji
Dari nurani tanpa pamrih
Ada asa tanpa hak
Tak juga hendak memiliki
Tulus jujur dan murni
Berkorban dalam niat suci

Cinta...
Adalah legowo yang terkasih...
cinta...
adalah blokho sutho
tanpa iri dengki

Cinta...
adalah...
Bla... bla... bla...
ikhlas hati

25 Oktober 2003
Terima kasih bunda

3. PUISI 58 : CINTA ITU ADA

puisi puisi yachya hasyim

PUISI 58 : CINTA ITU ADA
Oleh : Yachya Hasyim

Adik ...
Tahukah kau
bahwa zaman telah memisahkan kita
Kaulah bidadari kecil itu
Jelita,cerdas dan ...
khusyuk ibadah

Adik ...
Cintu itu ada
dan kini telah kembali
Ada kau dan ada aku
namun taqdir tak mempertemukan kita

Indah ...
sungguh indah
Alis tebal, mata bercahaya
hanya kekaguman bias warna

Adik ...
tak ada keabadian dalam kefanaan
maka cinta adalah fana
akan layu
bersama tenggelamnya mentari waktu

Adik ...
Hidup hanya segaris
ada awal ada titik
dan semuanya akan berakhir
Betapa indahnya cinta
yang tak larut dalam gemuruhnya dunia
hanya satu...
Cintanya Allah ...

22 Oktober 2001
Hujan itu membuatku gelisah

2. PUISI 102 : DUNIA BARU

DUNIA BARU


PUISI 102 : DUNIA BARU
oleh : Yachya Hasyim

Robi ...
Malam ini dunia MU bermandikan Kesturi
... Aroma Harum dimana mana
Bunga Sedap malam mekar putih indah bersahaja
Bahagia ,ceria, haru berbaur satu
Robi ...
Hamba hanyut dalam luappan emosi
Jantung hati berdetak kencang
antara syukur dan terlalu nikmat dalam Kasih MU
Takbir malam ini
mengharu birukan batinku
Robi ...
Hamba berterimakasih atas kesempatan ini
semoga samudra mahrifat ini
bisa hamba arungi menuju Dunia Baru
Dimana kepasrahan
keikhlasan
ketulusan
kepatuhan menjalankan tugas 2 MU
selalu melingkupiku
Robi...
Terlalu indah percintahan ini
setulus hati hamba memohon
ijinkan bertemu dengan
nisfu Romadhon MU
dimasa Datang,
Amin ya Robbal alamin

30 Agustus 2011
Saat Hati Penuh Barokah
1 SYAWAL 1432 H

1.PUISI 105 : JENUH


PUISI 105 : JENUH

Oleh : Yachya Hasyim

Kemarau tahun ini begitu menyengat
Mega mendung tak hendak berhenti sejenak
Siapa peduli kali ini
Aku mengadu
Ternyata Allah telah memberi
hanya kita yang tak peduli
Milikku adalah milikku
milikmu adalah milikku
oh nisbi....
mestinya harus berbagi
Air ini milik KITA
Hutan ini milik KITA
Bumi ini milik KITA
Bukan milik KU
bukan milik Dia
Jadi kering yang panjang ini
untuk siapa?
Mestinya kesedihan ini bukan milik
hamba sahaya
Mestinya kita bagi bersama
sebab...
di Jakarta
di Jawa
di Sumatera
di Papua
Dimanapun adalah Buminya Allah
untuk kita semua...

Malang 26 September 2011
Saudaraku Masih ada langit biru untukmu

KONTRADIKSI


PUISI 73 : KONTRADIKSI
Oleh : Yachya Hasyim

Ruang ini mulai jadi penjara
Asaku terkungkung dalam rasa jenuh
Benturan hasrat dan naluri yang tak pernah bersatu
Aku egois...
Engkau pragmatis...
Satu kebarat
Pasangan mengikat
Semua tak jua bertemu
jadi...
mestinya luruh...
untuk bersatu
dalam bahtera... Rindu

26 Oktober 2003
Indahnya bersatu

PUISI 72 : CINTA




PUISI 72 : 
CINTA
Oleh : Yachya Hasyim

Cinta...
Adalah keikhlasan yang teruji
Dari nurani tanpa pamrih
Ada asa tanpa hak
Tak juga hendak memiliki
Tulus jujur dan murni
Berkorban dalam niat suci

Cinta...
Adalah legowo yang terkasih...
cinta...
adalah blokho sutho
tanpa iri dengki

Cinta...
adalah...
Bla... bla... bla...
ikhlas hati

25 Oktober 2003
Terima kasih bunda

PUISI 58 : CINTA ITU ADA


PUISI 58 : CINTA ITU ADA
Oleh : Yachya Hasyim

Adik ...
Tahukah kau
bahwa zaman telah memisahkan kita
Kaulah bidadari kecil itu
Jelita,cerdas dan ...
khusyuk ibadah

Adik ...
Cintu itu ada
dan kini telah kembali
Ada kau dan ada aku
namun taqdir tak mempertemukan kita

Indah ...
sungguh indah
Alis tebal, mata bercahaya
hanya kekaguman bias warna

Adik ...
tak ada keabadian dalam kefanaan
maka cinta adalah fana
akan layu
bersama tenggelamnya mentari waktu

Adik ...
Hidup hanya segaris
ada awal ada titik
dan semuanya akan berakhir
Betapa indahnya cinta
yang tak larut dalam gemuruhnya dunia
hanya satu...
Cintanya Allah ...

22 Oktober 2001
Hujan itu membuatku gelisah

JENUH puisi 105


JENUH
PUISI 105 
Oleh : Yachya Hasyim
Kemarau tahun ini begitu menyengat
Mega mendung tak hendak berhenti sejenak
Siapa peduli kali ini
Aku mengadu
Ternyata Allah telah memberi
hanya kita yang tak peduli
Milikku adalah milikku
milikmu adalah milikku
oh nisbi....
mestinya harus berbagi
Air ini milik KITA
Hutan ini milik KITA
Bumi ini milik KITA
Bukan milik KU
bukan milik Dia
Jadi kering yang panjang ini
untuk siapa?
Mestinya kesedihan ini bukan milik
hamba sahaya
Mestinya kita bagi bersama
sebab...
di Jakarta
di Jawa
di Sumatera
di Papua
Dimanapun adalah Buminya Allah
untuk kita semua...

Malang 26 September 2011
Saudaraku Masih ada langit biru untukmu

Sabtu, 01 Oktober 2011

PUISI 102 : DUNIA BARU



PUISI 102 :

DUNIA BARU
oleh : Yachya Hasyim

Robi ...
Malam ini dunia MU bermandikan Kesturi
... Aroma Harum dimana mana
Bunga Sedap malam mekar putih indah bersahaja
Bahagia ,ceria, haru berbaur satu
Robi ...
Hamba hanyut dalam luappan emosi
Jantung hati berdetak kencang
antara syukur dan terlalu nikmat dalam Kasih MU
Takbir malam ini
mengharu birukan batinku
Robi ...
Hamba berterimakasih atas kesempatan ini
semoga samudra mahrifat ini
bisa hamba arungi menuju Dunia Baru
Dimana kepasrahan
keikhlasan
ketulusan
kepatuhan menjalankan tugas 2 MU
selalu melingkupiku
Robi...
Terlalu indah percintahan ini
setulus hati hamba memohon
ijinkan bertemu dengan
nisfu Romadhon MU
dimasa Datang,
Amin ya Robbal alamin

30 Agustus 2011
Saat Hati Penuh Barokah
1 SYAWAL 1432 H