Rabu, 16 November 2011
Kamis, 27 Oktober 2011
PUISI 24 : KAGEM ANANDA
PUISI 24 : KAGEM ANANDA
oleh: Yachya hasyim
Nanda....
Pada hari yang pasti ini
...Ragamu serasa bercahaya
Jiwamu telah dewasa
Saat ini waktu yang cukup untuk bernuansa
Dekati hati,akrabi illahi
Tiada keindahan secerah hari ini
Ananda ''selamat ulang tahun''
Semoga Waktu yang tersisa
Bertambah barokah
6 September 2011
PUISI 105 : JENUH
PUISI 105 : JENUH
Oleh : Yachya Hasyim
Kemarau tahun ini begitu menyengat
Mega mendung tak hendak berhenti sejenak
Siapa peduli kali ini
Aku mengadu
Ternyata Allah telah memberi
hanya kita yang tak peduli
Milikku adalah milikku
milikmu adalah milikku
oh nisbi....
mestinya harus berbagi
Air ini milik KITA
Hutan ini milik KITA
Bumi ini milik KITA
Bukan milik KU
bukan milik Dia
Jadi kering yang panjang ini
untuk siapa?
Mestinya kesedihan ini bukan milik
hamba sahaya
Mestinya kita bagi bersama
sebab...
di Jakarta
di Jawa
di Sumatera
di Papua
Dimanapun adalah Buminya Allah
untuk kita semua...
Malang 26 September 2011
Saudaraku Masih ada langit biru untukmu
puisi 106 ; TETENGER
PUISI 106 : TETENGER
karya : Yachya Hasyim
Gusti
Hari ini rasaku luluh lantak
dalam penat bercampur rindu
... berapa kali masa berganti
ternyata masih ada yang dinanti
Damai hati Cinta Ilahi
Gusti
dalam masa berkilau emas ini
biarkan mentari kecil ini terus bersinar
menerangi lorong lorong hati dan ruang sempit
ijinkan cucuran keringat ini membasai lantai
sebagai pembersih diri
Gusti
Senja ini
mulai tenang
lembayung telah mengantarkan
pada kesadaran
bahwa esok Pasti berganti
Semoga sisa masa ini semakn berarti
Amin
25 Oktober 2011
kepada para ananda dan saudara
terima kasih doanya
Minggu, 02 Oktober 2011
15.PUISI 101 : DIUJUNG ROMADHON
PUISI 101 :DIUJUNG ROMADHON
karya : Yachya Hasyim
Allahuakbar
Ya Ilahi robbi hamba bahagia
Berlarian walau tidak kencang dilembah Kalam Mu
Sunyi indah damai dan syahdu....
sungguh syahdu
butiran permata meleleh membanjiri mihrab Mu
seolah akan menenggelamkan ku
Ijinkan hamba menyebranginya walau harus terdampar
Hamba rapuh Gusti
Teramat rapuh
dan asupan energi 1000 malam Mu
membuat hamba kelaparan dan selalu ingin menghirupnya
serta melahabnya
Ya Ilahi
Hamba Mohon maaf
sebenarnya hamba kangen masih kangen, dan sangat Kangen
pada Panjenengan
Semoga romansa religi ini Panjenengan hadirkan
Di Romadhon berikutnya,amin ya robbal alamin
Subuh dalam halimun pagi
24 Agustus 2011
14.PUISI 83 : ODE UNTUK DINDA
PUISI 83 : ODE UNTUK DINDA
oleh : Yachya Hasyim
Din,...
Pandanglah keatas,...
itulah langitmu
pertanda kehidupan
yang akan menemanimu sepanjang jalan
penuh warna warni
Dan saat ini apa masih Biruuu?....
Kau yang tahu?
Din,...
Sajadah dan mukenahmu
apa masih ada?
Jangan biarkan lusuh dan berdebu
Rendam dengan takbirmu
Cuci dengan sujudmu
Bilas dengan Istiqfarmu
Agar bening batinmu
suci ragamu
Din,...
Malaikat selalu suci
Setan selalu benci
Manusia pasti polusi
namun...
masih ada waktu
Dunia bukan cuma hari ini
ada esok ada nanti
Ayo menata diri
Allah Illahirobbi selalu mencintai
Dinda permata hati...
Malang,18 Juni 2006
Malang Terlanjur Dingin
13.PUISI 66 : BLUES RABU PAGI
PUISI 66 :BLUES RABU PAGI
OLEH :Yachya Hasyim
Dan...
Saat cinta yg agung
sudah tak bersinar lagi
mohon ijin untuk
menikmati sunyi dalam sendiri
sendiri dalam sepi
salam untuk yg selalu kurindu
Malang 6 Maret 2003
12. PUISI 24 : KAGEM ANANDA
PUISI 24 : KAGEM ANANDA
oleh: Yachya hasyim
Nanda....
Pada hari yang pasti ini
...Ragamu serasa bercahaya
Jiwamu telah dewasa
Saat ini waktu yang cukup untuk bernuansa
Dekati hati,akrabi illahi
Tiada keindahan secerah hari ini
Ananda ''selamat ulang tahun''
Semoga Waktu yang tersisa
Bertambah barokah,
Amin...
6 September 2011
11.PUISI 62 : SEPI
PUISI 62 : SEPI
Sebait puisi tertulis
Sebaris kesedihan mengalir
mengisi telaga jiwa kosong
Hening
Sunyi
Sepi dan dingin ...
Menyergap diri
Dinda Kinanti
dimana kini...
semoga dalam kasih Ilahi
amin
12 September 2002
Terhenyak dalam Sepi
10.PUISI 28 : PUISI BUAT DINDA
PUISI 28: PUISI BUAT DINDA
oleh: Yachya hasyim
Tatkala butiran air
Berebut jatuh ingin menyentuh bumi
Bagai rambut kelam
Yang terurai milikmu
Adik . . . .
Adakah kesamaan , suara gemericik air
Dengan getar jiwa dan gejolak rasa
Yang sedang kau rasakan sekarang
Air dan Rambut
Seumpama hati yang sedang kalut
Medio April 2000
15'
9. PUISI 19 : DUNGO TENGAH WENGI
PUISI 19 : DUNGO TENGAH WENGI
oleh: Yachya hasyim
Duh gusti Allah
Kang moho Agung
Kulo nyuwun pangaputen
Dateng tumindak ingkan ala
Duh Gusti Allah
kawulo Nelongso
Matur suwun,Atas Rahmad ingkang mandap
Mboten nate sudo
Kawulo keladuk Gusti ,sering mboten nriman
Dating pandum panjenengan
Duh Gusti Allah
Duh zat ingkang Maha suci
Saumpomo Mego Kawulo meniko Angkuh
Remen dhateng pujian
Ngantos lali caranipun nunduk
Saumpomo Bledek
Kawulo meniko Khatah omong
Namung kosong, Gusti
Duh Gusti allah
Kawulo Nyuwun Barokah panjenengan
Kawulo wirang menawih terus, kados mekaten
Kawulo Ancur ,Ancur,Ancur,Gusti
Amargi polah Gawe Kawulo piyambek
Kawulo sadar Gusti
Tampi Cahaya keleresan panjenengan
kebarut kawulo
Mugih panjenengan trami
Dungo kawulo
sambat kawulo
Namung dateng panjenengan
Kawulo Mengabdi
Desember 1998
Ramadhan 98
8.PUISI 49 : AKU INGIN PULANG
PUISI 49 : AKU INGIN PULANG
Oleh : Yachya Hasyim
Aku rindu masa lalu
dimana jiwa bersih
merebak mewangi
Aku teringat surau kecil
dipinggir kali
dan saat menjelang ashar
penuh sesak dengan santri kecil mengaji
Aku melihat bocah lelaki
dengan sarung kedodoran
peci kebesaran
duduk dipojok t
tekun bertartil
Aku mendengar suara qosidah
indah berzanji
riuh reda suara Diba'
bergema bersahaja
Aku merasa suara suara itu
bergaung menembus waktu
mengisi kalbu
mengetuk batin jiwa nan gelisah
Aku melihat seorang lelaki
dengan baju kotor compang camping
mulut berbau
pandangannya kosong
berusaha membuka
pintu rumah masa lalu
Lelaki itu bernostalgia
namun rumah itu kosong
bahkan berdebu
atapnya pada bocor
kayu kayunya tleh lapuk
kaca jendela pecah
semak dan rumput mengotori halamannya
Oh...
Bisakah semua kembali...
Mungkinkah bekerja bakti
mencuci kacahati yang berdebu
menembel atap jiwa yang bocor
mengganti kayu batin yang rapuh
memasang jendela kalbu yang runtuh
membersihkan semak rumput
yang mengotori nurani
oh...
Bantu dia bersihkan rumah
Dia ingin sembayang
dengan jiwa bersih dan lapang
dia... dia... ingin pulang
11 Januari 2001
Ketika koma belum siuman
7. PUISI 15 : PUISI UNTUK BUNDA
PUISI 15 : PUISI UNTUK BUNDA
oleh: Yachya Hasyim
Byar ! bhaskara semburat melukiskan
warna jingga di cakrawala subuh nan teduh
seekor pipit muda bangun menyiulkan suara
lembutnya mencari induknya
Dan tatkala ku pandang bundaku yang hadir
adalah bayangan wanita tua yang duduk khusyuk
di atas dipan reyot dengan sajadah dan sepasang mukenanya
dari bibir pucat meluncur kata dan doa
yang tak henti-henti di selah batuknya
wahai Allah Tuhanku, aku sudah di akhir senja,
ku pasrahkan jiwa ragaku dlm pengabdian
kepadaMU
tak ada yang kuingin lagi selain mohon
limpahan rahmat bagi anak-anakku
jadikan mereka umat yang patuh tunduk
dalam sabdamu, buatlah mereka
seperti lilin yang berkorban menerangi
sekitarnya
wahai Allah Tuhanku, selain kepadaMu
tak ada kecintaan, cintaku cinta Mu
menyusup halus lembut pada pri-poriku
pada nafasku pada darahku
dan pada pertumbuhanku
Berikan kasih yang serupa pada mereka
seperti kau limpahkan kasih
pada para nabi, para wali, para kyai
wahai Ilahi ya Robbi, siramkan air
berkahmu jangan dengan hartamu
namun pada batin mereka
ijinkan mereka ikhlas, nriman, pasrah ,
sabar atas segala taqdir Mu
teteskan embun rejeki Mu dalam
kesejukanan kedamaian dan rasa
halal meneguknya
wahai Ilahi Robbi, semoga Paduka
tak bosan atas doa senada
yang hamba dendangkan dari
hari ke hari, Dikaulah tempatku memohon
Diakulah tempatku kembali
terimalah doaku, dengarkanlah ratapanku
walaupun kasih Mu tak mungkin terbalaskan
Amin ya Robbal alamin
Ramadhan hari ke 12
31 des 1998
IBU AKU MENCINTAIMU
6.PUISI 79 : BAYANGAN
PUISI 79 : BAYANGAN
Oleh : Yachya Hasyim
Siapakah diri MU
Kurasakan, tapi tak tahu?
Bacalah rinduku
lewat puisiku
Kusimak sepiku
lewat malam MU
Dan kuusap dingin MU
lewat Embun MU
Gusti kulo kangen
1 Desember 2005
Aku sedang Heran
4. PUISI 72 : CINTA
puisi puisi yachya hasyim
PUISI 72 : CINTA
Oleh : Yachya Hasyim
Cinta...
Adalah keikhlasan yang teruji
Dari nurani tanpa pamrih
Ada asa tanpa hak
Tak juga hendak memiliki
Tulus jujur dan murni
Berkorban dalam niat suci
Cinta...
Adalah legowo yang terkasih...
cinta...
adalah blokho sutho
tanpa iri dengki
Cinta...
adalah...
Bla... bla... bla...
ikhlas hati
25 Oktober 2003
Terima kasih bunda
3. PUISI 58 : CINTA ITU ADA
puisi puisi yachya hasyim
PUISI 58 : CINTA ITU ADA
Oleh : Yachya Hasyim
Adik ...
Tahukah kau
bahwa zaman telah memisahkan kita
Kaulah bidadari kecil itu
Jelita,cerdas dan ...
khusyuk ibadah
Adik ...
Cintu itu ada
dan kini telah kembali
Ada kau dan ada aku
namun taqdir tak mempertemukan kita
Indah ...
sungguh indah
Alis tebal, mata bercahaya
hanya kekaguman bias warna
Adik ...
tak ada keabadian dalam kefanaan
maka cinta adalah fana
akan layu
bersama tenggelamnya mentari waktu
Adik ...
Hidup hanya segaris
ada awal ada titik
dan semuanya akan berakhir
Betapa indahnya cinta
yang tak larut dalam gemuruhnya dunia
hanya satu...
Cintanya Allah ...
22 Oktober 2001
Hujan itu membuatku gelisah
2. PUISI 102 : DUNIA BARU
DUNIA BARU
PUISI 102 : DUNIA BARU
oleh : Yachya Hasyim
Robi ...
Malam ini dunia MU bermandikan Kesturi
... Aroma Harum dimana mana
Bunga Sedap malam mekar putih indah bersahaja
Bahagia ,ceria, haru berbaur satu
Robi ...
Hamba hanyut dalam luappan emosi
Jantung hati berdetak kencang
antara syukur dan terlalu nikmat dalam Kasih MU
Takbir malam ini
mengharu birukan batinku
Robi ...
Hamba berterimakasih atas kesempatan ini
semoga samudra mahrifat ini
bisa hamba arungi menuju Dunia Baru
Dimana kepasrahan
keikhlasan
ketulusan
kepatuhan menjalankan tugas 2 MU
selalu melingkupiku
Robi...
Terlalu indah percintahan ini
setulus hati hamba memohon
ijinkan bertemu dengan
nisfu Romadhon MU
dimasa Datang,
Amin ya Robbal alamin
30 Agustus 2011
Saat Hati Penuh Barokah
1 SYAWAL 1432 H
oleh : Yachya Hasyim
Robi ...
Malam ini dunia MU bermandikan Kesturi
... Aroma Harum dimana mana
Bunga Sedap malam mekar putih indah bersahaja
Bahagia ,ceria, haru berbaur satu
Robi ...
Hamba hanyut dalam luappan emosi
Jantung hati berdetak kencang
antara syukur dan terlalu nikmat dalam Kasih MU
Takbir malam ini
mengharu birukan batinku
Robi ...
Hamba berterimakasih atas kesempatan ini
semoga samudra mahrifat ini
bisa hamba arungi menuju Dunia Baru
Dimana kepasrahan
keikhlasan
ketulusan
kepatuhan menjalankan tugas 2 MU
selalu melingkupiku
Robi...
Terlalu indah percintahan ini
setulus hati hamba memohon
ijinkan bertemu dengan
nisfu Romadhon MU
dimasa Datang,
Amin ya Robbal alamin
30 Agustus 2011
Saat Hati Penuh Barokah
1 SYAWAL 1432 H
1.PUISI 105 : JENUH
PUISI 105 : JENUH
Oleh : Yachya Hasyim
Kemarau tahun ini begitu menyengat
Mega mendung tak hendak berhenti sejenak
Siapa peduli kali ini
Aku mengadu
Ternyata Allah telah memberi
hanya kita yang tak peduli
Milikku adalah milikku
milikmu adalah milikku
oh nisbi....
mestinya harus berbagi
Air ini milik KITA
Hutan ini milik KITA
Bumi ini milik KITA
Bukan milik KU
bukan milik Dia
Jadi kering yang panjang ini
untuk siapa?
Mestinya kesedihan ini bukan milik
hamba sahaya
Mestinya kita bagi bersama
sebab...
di Jakarta
di Jawa
di Sumatera
di Papua
Dimanapun adalah Buminya Allah
untuk kita semua...
Malang 26 September 2011
Saudaraku Masih ada langit biru untukmu
KONTRADIKSI
PUISI 73 : KONTRADIKSI
Oleh : Yachya Hasyim
Ruang ini mulai jadi penjara
Asaku terkungkung dalam rasa jenuh
Benturan hasrat dan naluri yang tak pernah bersatu
Aku egois...
Engkau pragmatis...
Satu kebarat
Pasangan mengikat
Semua tak jua bertemu
jadi...
mestinya luruh...
untuk bersatu
dalam bahtera... Rindu
26 Oktober 2003
Indahnya bersatu
PUISI 72 : CINTA
PUISI 72 :
CINTA
Oleh : Yachya Hasyim
Cinta...
Adalah keikhlasan yang teruji
Dari nurani tanpa pamrih
Ada asa tanpa hak
Tak juga hendak memiliki
Tulus jujur dan murni
Berkorban dalam niat suci
Cinta...
Adalah legowo yang terkasih...
cinta...
adalah blokho sutho
tanpa iri dengki
Cinta...
adalah...
Bla... bla... bla...
ikhlas hati
25 Oktober 2003
Terima kasih bunda
PUISI 58 : CINTA ITU ADA
PUISI 58 : CINTA ITU ADA
Oleh : Yachya Hasyim
Adik ...
Tahukah kau
bahwa zaman telah memisahkan kita
Kaulah bidadari kecil itu
Jelita,cerdas dan ...
khusyuk ibadah
Adik ...
Cintu itu ada
dan kini telah kembali
Ada kau dan ada aku
namun taqdir tak mempertemukan kita
Indah ...
sungguh indah
Alis tebal, mata bercahaya
hanya kekaguman bias warna
Adik ...
tak ada keabadian dalam kefanaan
maka cinta adalah fana
akan layu
bersama tenggelamnya mentari waktu
Adik ...
Hidup hanya segaris
ada awal ada titik
dan semuanya akan berakhir
Betapa indahnya cinta
yang tak larut dalam gemuruhnya dunia
hanya satu...
Cintanya Allah ...
22 Oktober 2001
Hujan itu membuatku gelisah
JENUH puisi 105
PUISI 105
Oleh : Yachya Hasyim
Kemarau tahun ini begitu menyengat
Mega mendung tak hendak berhenti sejenak
Siapa peduli kali ini
Aku mengadu
Ternyata Allah telah memberi
hanya kita yang tak peduli
Milikku adalah milikku
milikmu adalah milikku
oh nisbi....
mestinya harus berbagi
Air ini milik KITA
Hutan ini milik KITA
Bumi ini milik KITA
Bukan milik KU
bukan milik Dia
Jadi kering yang panjang ini
untuk siapa?
Mestinya kesedihan ini bukan milik
hamba sahaya
Mestinya kita bagi bersama
sebab...
di Jakarta
di Jawa
di Sumatera
di Papua
Dimanapun adalah Buminya Allah
untuk kita semua...
Malang 26 September 2011
Saudaraku Masih ada langit biru untukmu
Sabtu, 01 Oktober 2011
PUISI 102 : DUNIA BARU
DUNIA BARU
oleh : Yachya Hasyim
Robi ...
Malam ini dunia MU bermandikan Kesturi
... Aroma Harum dimana mana
Bunga Sedap malam mekar putih indah bersahaja
Bahagia ,ceria, haru berbaur satu
Robi ...
Hamba hanyut dalam luappan emosi
Jantung hati berdetak kencang
antara syukur dan terlalu nikmat dalam Kasih MU
Takbir malam ini
mengharu birukan batinku
Robi ...
Hamba berterimakasih atas kesempatan ini
semoga samudra mahrifat ini
bisa hamba arungi menuju Dunia Baru
Dimana kepasrahan
keikhlasan
ketulusan
kepatuhan menjalankan tugas 2 MU
selalu melingkupiku
Robi...
Terlalu indah percintahan ini
setulus hati hamba memohon
ijinkan bertemu dengan
nisfu Romadhon MU
dimasa Datang,
Amin ya Robbal alamin
30 Agustus 2011
Saat Hati Penuh Barokah
1 SYAWAL 1432 H
oleh : Yachya Hasyim
Robi ...
Malam ini dunia MU bermandikan Kesturi
... Aroma Harum dimana mana
Bunga Sedap malam mekar putih indah bersahaja
Bahagia ,ceria, haru berbaur satu
Robi ...
Hamba hanyut dalam luappan emosi
Jantung hati berdetak kencang
antara syukur dan terlalu nikmat dalam Kasih MU
Takbir malam ini
mengharu birukan batinku
Robi ...
Hamba berterimakasih atas kesempatan ini
semoga samudra mahrifat ini
bisa hamba arungi menuju Dunia Baru
Dimana kepasrahan
keikhlasan
ketulusan
kepatuhan menjalankan tugas 2 MU
selalu melingkupiku
Robi...
Terlalu indah percintahan ini
setulus hati hamba memohon
ijinkan bertemu dengan
nisfu Romadhon MU
dimasa Datang,
Amin ya Robbal alamin
30 Agustus 2011
Saat Hati Penuh Barokah
1 SYAWAL 1432 H
Langganan:
Postingan (Atom)






