Kamis, 18 Mei 2017
Rabu, 17 Mei 2017
PUISI 121: BAIT PAMIT BUAT TEMAN
Oleh : Yachya Hasyim
Oleh : Yachya Hasyim
Teman
Telaga bening ini pasti jatuh
Sudah tak tahan mata menyimpannya
Dada sesak bergejolak
hati gelisah terpenjara
3 masa kita bernuansa disini
dalam kesejukan taman seputar lapangan
dalam deraian tawa bahagia
Namun tak ada yang abadi
pagi pasti menjelang siang
dan pesta pasti berakhir
Tak hendak kaki beranjak
walau hati terpatri disini
Tak hendak hati berontak
Tapi aku harus pergi.....
Selamat tinggal kasih
Selamat datang mimpi
Keabadian akan terjalin lewat silahturahmi
Amin....
Telaga bening ini pasti jatuh
Sudah tak tahan mata menyimpannya
Dada sesak bergejolak
hati gelisah terpenjara
3 masa kita bernuansa disini
dalam kesejukan taman seputar lapangan
dalam deraian tawa bahagia
Namun tak ada yang abadi
pagi pasti menjelang siang
dan pesta pasti berakhir
Tak hendak kaki beranjak
walau hati terpatri disini
Tak hendak hati berontak
Tapi aku harus pergi.....
Selamat tinggal kasih
Selamat datang mimpi
Keabadian akan terjalin lewat silahturahmi
Amin....
15 MEI 2012
Jalan lndah menjelang
semoga ananda sukses,amin
Jalan lndah menjelang
semoga ananda sukses,amin
Selasa, 16 Mei 2017
PUISI 121: BAIT PAMIT BUAT TEMAN
Oleh : Yachya Hasyim
Oleh : Yachya Hasyim
Teman
Telaga bening ini pasti jatuh
Sudah tak tahan mata menyimpannya
Dada sesak bergejolak
hati gelisah terpenjara
3 masa kita bernuansa disini
dalam kesejukan taman seputar lapangan
dalam deraian tawa bahagia
Namun tak ada yang abadi
pagi pasti menjelang siang
dan pesta pasti berakhir
Tak hendak kaki beranjak
walau hati terpatri disini
Tak hendak hati berontak
Tapi aku harus pergi.....
Selamat tinggal kasih
Selamat datang mimpi
Keabadian akan terjalin lewat silahturahmi
Amin....
Telaga bening ini pasti jatuh
Sudah tak tahan mata menyimpannya
Dada sesak bergejolak
hati gelisah terpenjara
3 masa kita bernuansa disini
dalam kesejukan taman seputar lapangan
dalam deraian tawa bahagia
Namun tak ada yang abadi
pagi pasti menjelang siang
dan pesta pasti berakhir
Tak hendak kaki beranjak
walau hati terpatri disini
Tak hendak hati berontak
Tapi aku harus pergi.....
Selamat tinggal kasih
Selamat datang mimpi
Keabadian akan terjalin lewat silahturahmi
Amin....
Senin, 08 Mei 2017
ASSALAMMU'ALAIKUM
PUISI 281 : DAMAI
OLEH : YACHYA HASYIM
Maka nikmat Tuhan -mu yang manakah yang kamu dustakan?
Saat magribmu dibawa gemerlap bintang
saat takbirmu diantara halimun menggantung
saat wangi daunan memanjakanmu
saat dingin halus mengaliri tubuhmu
saat ruku'mu dialam terbentang
saat sujudmu penuh doa berdendang
Hiks...
Dada membuncah
hati melambung
hamba tersungkur syahdu
dalam syukur bahagia tanpa batas...
Maka...
nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?
Ranu gumbolo, 30 Desember 2016
embun laksana permata
bergantungan dipucuk cemara
PUISI 281 : DAMAI
OLEH : YACHYA HASYIM
Maka nikmat Tuhan -mu yang manakah yang kamu dustakan?
Saat magribmu dibawa gemerlap bintang
saat takbirmu diantara halimun menggantung
saat wangi daunan memanjakanmu
saat dingin halus mengaliri tubuhmu
saat ruku'mu dialam terbentang
saat sujudmu penuh doa berdendang
Hiks...
Dada membuncah
hati melambung
hamba tersungkur syahdu
dalam syukur bahagia tanpa batas...
Maka...
nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?
Ranu gumbolo, 30 Desember 2016
embun laksana permata
bergantungan dipucuk cemara
Langganan:
Postingan (Atom)

